Skala kebakaran yang terjadi di Jawa Timur menjadi tantangan tersendiri bagi petugas gabungan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, selama masa siaga darurat, karhutla telah melanda 26 kabupaten/kota dengan total 184 kejadian.
Luas lahan yang terbakar mencapai 11.449 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 77,05 persen berada di kawasan hutan konservasi, sehingga penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pada upaya melindungi ekosistem dan kawasan hutan yang terdampak.
Selain kondisi cuaca ekstrem, munculnya titik api secara bersamaan di sejumlah gunung juga menjadi perhatian pemerintah.
Pola tersebut mengindikasikan kemungkinan adanya faktor aktivitas manusia, baik berupa kesengajaan maupun kelalaian, yang dapat memperbesar risiko terjadinya kebakaran.
Karena itu, upaya penanganan tidak hanya dilakukan melalui pengerahan armada pemadaman. Aparat penegak hukum bersama satuan tugas gabungan yang melibatkan TNI, Polri, dan pemerintah daerah juga akan memperketat pengawasan serta penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus mencegah munculnya titik api baru di kawasan hutan dan gunung.
Dengan tambahan helikopter water bombing, dukungan pesawat OMC, serta penguatan operasi darat dan pengawasan, pemerintah berharap kebakaran di sejumlah kawasan gunung di Jawa Timur dapat segera dikendalikan.
Herman Yakub.
















