Lebih lanjut, Prabowo menyebut program MBG juga membawa dampak langsung terhadap sektor riil, khususnya bagi petani dan nelayan. Dengan adanya program ini, hasil produksi masyarakat kini memiliki kepastian pasar.
“Petani yang sebelumnya hasil panennya tidak terbeli. Saat panen mangga, misalnya, tidak diambil hingga rusak di kebun. Panen tidak terserap, tengkulak datang dan banting harga. Tidak mungkin rakyat kita sejahtera. Sekarang kita ubah, hampir semua petani dan nelayan punya jaminan pasar,” ungkap Prabowo.
Ia juga menyinggung keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di desa-desa yang tidak hanya mendukung distribusi makanan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru.
Prabowo mengatakan, meskipun masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan program, pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar manfaatnya semakin optimal.
“Di tiap desa ada SPPG, ada dapur. Kalau ada kekurangan, kita tindak. Secara garis besar, program ini membangkitkan ekonomi. Satu dapur menciptakan 50 lapangan kerja. Jika nanti sudah berjalan 30.000 dapur, artinya 1,5 juta orang bekerja,” jelasnya.
Herman Yakub.



















