Semangat itu diterjemahkan PT TIMAH Tbk melalui latihan penanganan limbah B3. Dalam simulasi, tim memperagakan prosedur evakuasi pekerja yang terpapar, teknik isolasi area berbahaya, hingga koordinasi lintas fungsi untuk meminimalkan dampak risiko.
Tak hanya latihan teknis, peringatan Bulan K3 Nasional di Bangka Utara juga diisi dengan pemberian penghargaan bagi insan keselamatan kerja yang dinilai memiliki dedikasi tinggi. Apresiasi Lifetime Dedication in Emergency Response diberikan kepada Kusamanto, personel Penanggulangan Bahaya Kebakaran PT Timah yang telah mengabdi sejak 2018.
“Alhamdulillah, saya bersyukur atas penghargaan ini. Bagi saya, tugas di lapangan adalah amanah. Keselamatan rekan kerja jauh lebih penting daripada sekadar penghargaan,” ujar Kusamanto dengan nada haru.
Manajemen PT TIMAH Tbk menilai sosok seperti Kusamanto menjadi teladan bahwa implementasi K3 bukan hanya tertulis dalam prosedur, tetapi hidup dalam sikap dan kepedulian pekerja sehari-hari.
Direktur Utama CV Rajawali Sakti Bangka, Bayu Perdana Putra, yang hadir sebagai mitra kerja turut mengapresiasi langkah perusahaan. Menurutnya, industri pertambangan memiliki tingkat risiko tinggi sehingga kedisiplinan K3 menjadi harga mati.
“Pelaksanaan Bulan K3 di PT TIMAH Tbk sangat luar biasa. Antusiasme pimpinan dan pekerja terlihat nyata. Harapannya, praktik baik ini terus dijaga dan diterapkan konsisten di seluruh wilayah IUP,” kata Bayu.
Ia menilai simulasi penanganan limbah B3 penting untuk memastikan kesiapsiagaan jika terjadi kondisi darurat di lapangan. Dengan latihan rutin, respons pekerja akan lebih cepat, terukur, dan sesuai standar.
Melalui rangkaian Bulan K3 Nasional 2026, PT TIMAH Tbk menegaskan komitmen membangun ekosistem kerja yang aman dari hulu hingga hilir. Perusahaan ingin memastikan setiap aktivitas tambang tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menjamin keselamatan manusia serta kelestarian lingkungan. (*)










