Tahun ini, emiten berkode TINS tersebut kembali menyiapkan berbagai program strategis untuk memperkuat daya saing UMKM di wilayah operasionalnya.
Program pengembangan ini dirancang secara menyeluruh, mulai dari akses pembiayaan, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan pasar.
Salah satu langkah konkret yang akan dijalankan adalah penyaluran pinjaman dana bergulir yang berkolaborasi dengan Bank Rakyat Indonesia. Melalui skema ini, pelaku UMKM diharapkan dapat memperoleh akses modal yang lebih mudah dan terjangkau.
Selain itu, PT Timah juga akan mendorong UMKM untuk tampil di berbagai pameran, baik tingkat daerah maupun nasional, guna memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk.
Di sektor produksi, perusahaan juga menyiapkan pelatihan pengolahan hasil laut. Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk berbasis sumber daya lokal sekaligus mendorong inovasi, khususnya bagi pelaku UMKM di bidang perikanan dan kelautan.
Tak kalah penting, PT Timah juga membantu aspek legalitas usaha, mulai dari pengurusan izin hingga sertifikasi produk. Dengan legalitas yang lengkap, produk UMKM diharapkan mampu menembus pasar modern bahkan peluang ekspor.
Momentum Ramadan pun dimanfaatkan PT Timah untuk mendorong omzet UMKM. Perusahaan tambang milik BUMN tersebut secara aktif membeli produk-produk pelaku usaha sekaligus melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan perusahaan.
Bagi Astuti, dukungan tersebut menjadi energi tambahan untuk terus berkembang.
“Dukungan perusahaan seperti PT Timah sangat membantu kami. Bukan hanya soal modal, tapi juga pameran dan berbagai program lainnya sangat kami butuhkan untuk memajukan usaha,” ungkapnya.
Ia berharap, pembinaan yang telah berjalan dapat terus berlanjut agar pelaku UMKM semakin kuat dan mandiri.
“Harapannya tentu PT Timah terus mendampingi kami. Karena UMKM sangat butuh dukungan seperti ini untuk bisa bertahan dan berkembang,” ujarnya. (*)










