Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Ismir Rahmaddinianto, menyebutkan bahwa di wilayah Kabupaten Bangka masih menghadapi persoalan serius terkait lahan kritis. Menurutnya, saat ini terdapat 127 hektare lahan berpotensi kritis dan 24.240 hektare lahan kritis yang membutuhkan penanganan segera.
“Penanaman mangrove oleh PT Timah sangat membantu. Manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, mulai dari meningkatnya populasi kepiting dan lokan hingga perlindungan alami dari abrasi,” jelasnya.
Ismir mengingatkan bahwa penanaman saja tidak cukup, karena keberhasilan rehabilitasi sangat bergantung pada pemeliharaan. Ia berharap seluruh pihak dapat terlibat aktif menjaga area yang sudah ditanami mangrove.
“Kami berharap PT Timah dan masyarakat dapat bersama-sama menjaga kawasan ini agar bibit mangrove tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi,” ujarnya.
Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, memastikan bahwa kegiatan penanaman mangrove bukan hanya seremonial. Menurutnya, PT Timah secara rutin melakukan monitoring pertumbuhan untuk memastikan tingkat keberhasilan rehabilitasi.
“Selain menanam, perusahaan juga melakukan monitoring berkala untuk memastikan bibit mangrove yang ditanam bisa tumbuh optimal. Ini bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” katanya.
Anggi menyebutkan program penanaman mangrove tidak hanya penting bagi keseimbangan alam dan berfungsi menjaga stabilitas ekologi pesisir, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat melalui kembalinya biota laut seperti ikan kecil, kepiting, dan kerang.
“Penanaman mangrove ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menjalankan rehabilitasi kawasan pesisir dengan harapan bisa memberi manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat pesisir,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama dengan pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak semakin diperkuat agar rehabilitasi kawasan pesisir dapat dilakukan lebih masif dan berkelanjutan.
“Penanaman mangrove di Pantai Rebo diharapkan mampu memperkuat ketahanan pesisir, mencegah abrasi, serta meningkatkan kualitas lingkungan bagi generasi mendatang,” tutup Anggi. (*)










