Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
WhatsApp-Image-2025-12-25-at-11.08.00
HUT Basel ke-23
BeritaKab. Bangka Barat

Perpustakaan Bangka Barat Jadi Rujukan Study Tiru Pelestarian Naskah Kuno Pangkalpinang

×

Perpustakaan Bangka Barat Jadi Rujukan Study Tiru Pelestarian Naskah Kuno Pangkalpinang

Sebarkan artikel ini
Perpustakaan Bangka Barat Jadi Rujukan Study Tiru Pelestarian Naskah Kuno Pangkalpinang

Oleh karena itu, Bangka Barat dipandang sebagai rujukan praktik terbaik, mulai dari pendekatan kepada masyarakat, proses penelusuran arsip, hingga sistem pengelolaan dan pelestarian yang berkelanjutan.

“Kami ingin meniru langkah-langkah strategisnya, mekanismenya, hingga pada akhirnya mampu menghimpun naskah-naskah kuno dalam bentuk arsip yang sahih, terjaga, dan dapat dimanfaatkan generasi mendatang,” jelas Dedi.

Lebih lanjut, ia mengaitkan upaya pelestarian naskah kuno dengan visi besar pembangunan nasional, khususnya dalam penguatan karakter dan jati diri bangsa.

“Pelestarian naskah kuno ini sejalan dengan program besar Pemerintah Republik Indonesia dan Asta Cita Presiden Prabowo, di mana penguatan identitas bangsa menjadi salah satu prioritas pembangunan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelestarian Koleksi dan Naskah Kuno Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat, Erza Fistiawan, S.E., menyambut positif kunjungan tersebut.

Ia menilai study tiru ini sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan konsistensi Bangka Barat dalam menjaga warisan intelektual dan sejarah masyarakat.

“Kami sangat mendukung dan menyambut baik kunjungan dari Pemerintah Kota Pangkalpinang. Pelestarian naskah kuno tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus menjadi gerakan bersama lintas daerah,” ujar Erza.

Menurut Erza, arsip dan naskah kuno bukan sekadar koleksi perpustakaan, melainkan simbol legitimasi sejarah dan roh identitas suatu daerah. Tanpa arsip yang terjaga, sebuah wilayah berisiko kehilangan narasi asal-usul dan pijakan kebudayaannya.

“Naskah kuno adalah roh identitas daerah. Di sanalah tercatat perjalanan peradaban, nilai hidup masyarakat, hingga kearifan lokal yang tidak tergantikan oleh dokumen modern,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah pelestarian yang dilakukan Bangka Barat selama ini bukan hanya menyelamatkan dokumen dari kerusakan fisik, tetapi juga menjaga kesinambungan sejarah dan martabat kebudayaan daerah di tengah derasnya arus modernisasi.

“Ketika naskah kuno dilestarikan, yang kita jaga bukan hanya kertasnya, tetapi ingatan kolektif, jati diri, dan kebanggaan daerah. Ini adalah investasi kebudayaan jangka panjang,” pungkasnya.

Kunjungan study tiru ini diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antar daerah dalam menjaga arsip dan naskah kuno sebagai pilar penting kebudayaan nasional. (*)

Akses Terus Biar Update
Hari Guru Nasional