Selama ini generasi muda sering dianggap hanya sebagai kelompok yang mengikuti keputusan orang tua. Padahal anak muda memiliki energi, gagasan, dan kemampuan untuk menjadi penggerak perubahan. Anak muda harus hadir sebagai pengawal demokrasi desa, bukan hanya sebagai pemilih saat hari pencoblosan.
Pilkades Jeriji harus menjadi momentum untuk meninggalkan politik yang hanya berbicara tentang siapa dekat dengan siapa, siapa kelompok siapa, atau siapa memiliki kekuatan tertentu. Demokrasi desa harus naik kelas menjadi pertarungan gagasan.
Kita membutuhkan pemimpin yang mampu menjawab pertanyaan :
1. Bagaimana desa menciptakan lapangan kerja bagi anak muda?
2. Bagaimana potensi desa dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat?
3. Bagaimana pelayanan desa bisa lebih cepat, transparan, dan mudah?
4. agaimana suara masyarakat kecil benar-benar didengar?
Karena desa yang kuat bukan hanya desa yang memiliki anggaran besar, tetapi desa yang memiliki pemimpin dengan hati besar.
Sebagai anak muda Jeriji, saya melihat bahwa masa depan desa ini tidak boleh ditentukan hanya oleh kepentingan sesaat. Kita membutuhkan pemimpin yang hadir bukan hanya saat membutuhkan suara rakyat, tetapi hadir ketika masyarakat membutuhkan solusi.
Pemimpin yang baik bukan yang paling banyak memberikan janji, tetapi yang paling mampu membuktikan kerja.
Kepala desa terpilih nantinya harus menjadi rumah bersama bagi seluruh masyarakat. Setelah pemilihan selesai, tidak boleh ada lagi perbedaan pilihan yang membuat masyarakat terpecah. Demokrasi harus melahirkan persatuan, bukan perpecahan.
Karena kemenangan terbesar dalam Pilkades bukan hanya ketika seseorang menang dalam perhitungan suara, tetapi ketika seluruh masyarakat merasa memiliki pemimpin yang sama.
Untuk seluruh anak muda Jeriji, mari jadikan Pilkades ini sebagai ruang belajar politik yang dewasa. Pilih berdasarkan rekam jejak, gagasan, dan komitmen membangun desa.
Sebab memilih pemimpin hari ini adalah memilih wajah Jeriji di masa depan.
Jeriji membutuhkan generasi muda yang berani bersuara, kritis dalam berpikir, dan siap mengambil peran dalam pembangunan desa.
Karena perubahan tidak datang dari mereka yang hanya menunggu, tetapi dari mereka yang berani bergerak.











