Direktur Utama PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti transformasi dan ekspansi global PLN.
“Keberhasilan ini menjadi pijakan strategis bagi PLN Group untuk memperluas bisnis di level internasional. Dengan kompetensi teknis yang dimiliki, kami optimistis mampu menyelesaikan proyek berstandar global sekaligus mengharumkan nama Indonesia,” kata Darmawan.
Dalam proyek ini, PLN Group tergabung dalam konsorsium Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC).
PLN Nusantara Power bertanggung jawab atas pengadaan peralatan utama, sedangkan PLN NPC menangani peralatan pendukung, konstruksi, hingga komisioning.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan percepatan penyelesaian proyek menunjukkan kemampuan perusahaan Indonesia bersaing dalam proyek strategis lintas negara.
“Ini bukan hanya pencapaian bisnis, tetapi juga kebanggaan nasional karena perusahaan Indonesia dipercaya mengerjakan proyek strategis internasional,” ujarnya.
Secara keseluruhan, PLN Group mengerjakan empat dari 10 Feeder Station ECRL, yakni FS1, FS2, FS9, dan FS10.
Proyek ini dimulai pada Juni 2024 dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada Juni 2026.
Redaksi.















