Polemik Desa Bedengung Mencuat, DPRD Babel Soroti Dugaan Pelecehan hingga Lahan Desa
SEKILASINDONEWS.COM – DPRD Bangka Belitung (Babel) menyoroti sejumlah laporan masyarakat Desa Bedengung, Kabupaten Bangka Selatan, terkait dugaan pelecehan, pengelolaan lahan desa, hingga persoalan keuangan desa.
Aduan tersebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Babel, Rabu (7/10/2026). Masyarakat yang didampingi mahasiswa meminta persoalan yang disebut telah dilaporkan berulang kali itu segera mendapatkan kepastian penyelesaian.
Anggota DPRD Babel, Rina Tarol, mengatakan persoalan tersebut telah berlangsung cukup lama dan mencuat sejak 2024. Ia meminta setiap temuan yang mengarah pada tindak pidana diproses melalui jalur hukum.
“Sebenarnya kasus ini sudah lama berlarut-larut, sudah ada indikasi pidana, kita melakukan pembiaran. Dari mulai dugaan penjualan lahan desa hingga pelecehan seksual, itu sudah ada indikasi pidana,” kata Rina.
Rina juga mempertanyakan langkah Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.
“2024 itu puncaknya, kami heran Pemkab Basel itu tidak melakukan tindakan tegas. Itu laporan termasuk lapangan bola,” ujarnya.
Anggota DPRD Babel lainnya, Maryam, mengusulkan persoalan tersebut ditangani pada tingkat provinsi. Ia juga meminta dugaan kelalaian dalam penanganan laporan diperiksa.
“Saran saya, ini harus diambil alih provinsi. Ini tidak ada tawar-menawar lagi. Jika sudah terbukti diperhatikan, sudah seharusnya pemberhentian. Ini semacam ada pembiaran berlarut-larut,” kata Maryam.
















