Menurut Agus, Polres Basel mengedepankan pendekatan persuasif dengan mengajak masyarakat merayakan Tahun Baru secara lebih sederhana, aman, dan berempati. Ia menilai euforia berlebihan berpotensi memicu gangguan ketertiban sekaligus membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
“Kami berharap masyarakat dapat menahan diri dan tidak melakukan aktivitas kembang api. Saat ini Indonesia masih berada dalam suasana penanganan bencana di beberapa daerah, sehingga perayaan Tahun Baru sebaiknya dijalani dengan tenang dan penuh kepedulian,” jelasnya.
Lebih lanjut, AKBP Agus menekankan bahwa esensi pergantian tahun tidak harus diwujudkan melalui pesta besar atau letupan kembang api. Refleksi diri, kebersamaan keluarga, serta doa bersama dinilai jauh lebih bermakna dalam menyambut tahun yang baru.
“Perayaan Tahun Baru tidak identik dengan kembang api. Nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan doa justru menjadi hal utama yang ingin kami dorong kepada masyarakat,” katanya.
Selain itu, AKBP Agus Arif juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama malam pergantian tahun. Warga diimbau menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan umum maupun risiko keselamatan.
“Kami mengajak masyarakat merayakan Tahun Baru dengan tertib, aman, dan penuh tanggung jawab. Mari bersama-sama menjaga Bangka Selatan tetap kondusif tanpa kembang api,” pungkasnya. (*)





















