Salah satu pengalaman yang tak terlupakan bagi Pontie adalah saat harus menjalani pelatihan di Melbourne, Australia, di tengah pandemi Covid-19. Momen itu bertepatan dengan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, yang ia lalui jauh dari keluarga.
“Kita Salat Ied di sana, lalu langsung lanjut training. Saya belajar banyak dari pengalaman itu,” katanya mengenang.
Bagi Pontie, bekerja di industri tambang bukan soal kekuatan fisik, melainkan ketangguhan mental, kemampuan beradaptasi, dan komunikasi yang efektif. Ia merasa beruntung berada di lingkungan kerja yang inklusif dan mendukung peran perempuan.
“Kuncinya komunikasi dan koordinasi. Saya merasa didukung dan tetap merasa terhubung dengan semua rekan kerja meskipun mayoritas laki-laki,” tuturnya.
Di Hari Kartini 2025 ini, Pontie Wendrawati ingin menyampaikan pesan khusus bagi seluruh perempuan Indonesia.
“Jangan takut bekerja di sektor yang didominasi laki-laki. Kita semua punya kesempatan yang sama untuk maju. Tetap tangguh dan terus adaptif menghadapi perubahan. Selamat Hari Kartini,” ucapnya menutup perbincangan. (*)










