Ia menekankan, kehadiran Jembatan Garuda akan memangkas waktu tempuh dan menekan biaya distribusi, sehingga aktivitas ekonomi warga menjadi lebih efisien. Akses antar desa yang sebelumnya sulit dijangkau diharapkan kini bisa terhubung lebih baik.
Tak hanya berdampak pada sektor ekonomi, pembangunan ini juga membuka peluang lebih luas bagi masyarakat dalam mengakses layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
Selama ini, kondisi infrastruktur yang terbatas kerap menjadi penghambat pengembangan potensi wilayah, terutama di daerah yang jauh dari pusat kota. Dengan adanya jembatan ini, konektivitas sosial antarwilayah juga diprediksi akan semakin kuat.
“Dengan akses yang lebih terbuka, interaksi masyarakat akan meningkat dan pembangunan bisa dirasakan lebih merata,” ujarnya.
Agus juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga jembatan ini. Ini bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan bersama,” pungkasnya. (*)
















