Octavian mengaku tak mampu menahan haru saat menerima kabar bahwa dirinya akan dibantu oleh PT Timah Tbk. Di tengah rasa putus asa karena pengobatan terhenti, uluran tangan itu baginya seperti jalan keluar yang lama dinantikan.
“Alhamdulillah, saya benar-benar bersyukur. Saya hanya bisa berharap, tapi tidak menyangka PT Timah mau membantu saya. Bantuan ini sangat berarti supaya saya bisa berobat lagi dan punya kesempatan sembuh,” ujarnya.
Ia berharap kepedulian serupa dapat terus dirasakan masyarakat lain yang sedang menghadapi musibah. Menurutnya, banyak warga kecil yang sebenarnya membutuhkan dukungan, namun tidak tahu harus mencari pertolongan ke mana.
“Semoga PT Timah semakin maju dan terus memperhatikan masyarakat kecil seperti kami yang sedang kesulitan. Bantuan seperti ini memberi kami semangat untuk bertahan,” katanya.
Program bantuan biaya pengobatan ini menjadi bagian dari komitmen PT Timah Tbk untuk hadir tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai mitra sosial bagi masyarakat Bangka Belitung.
Perusahaan menempatkan aspek kemanusiaan sebagai prioritas, terutama bagi warga yang membutuhkan penanganan mendesak.
Melalui langkah tersebut, PT Timah Tbk ingin memastikan bahwa kehadirannya dirasakan nyata oleh masyarakat sekitar. Bagi Octavian dan keluarganya, bantuan ini bukan sekadar materi, melainkan harapan untuk kembali berdiri dan menjalani hidup seperti sediakala. (*)










