”Awalnya bapak diabetes, terus jarinya luka dan harus diamputasi. Setelah itu telapak kakinya juga diamputasi, dan sekarang lagi menyiapkan kondisi kesehatan supaya bisa amputasi separuh kakinya,” ujar Rain.
Untuk memenuhi kebutuhan obat, seperti cairan pembersih luka, dan perban, Rain mengaku sering berutang. Namun, ia bersyukur masih banyak pihak yang peduli terhadap keluarganya, termasuk PT Timah.
”Karena bapak perlu banyak obat dan perawatan, saya kadang harus berutang ke orang untuk bisa beli obat-obatannya. Tapi saya bersyukur masih ada teman-teman yang peduli, termasuk juga PT Timah yang sudah membantu keluarga saya,” imbuhnya.
Rain mengungkapkan, bantuan dari PT Timah ini sangat berarti bagi keluarganya dan akan digunakannya untuk membeli obat-obatan serta membayar biaya rumah sakit.
”Saya berterima kasih kepada PT Timah yang sudah peduli dan memberikan bantuan. Bagi keluarga saya, ini sangat bermanfaat dan membantu. Semoga PT Timah semakin jaya dan bisa terus membantu masyarakat,” pungkasnya dengan rasa syukur.
Kepedulian PT Timah membantu masyarakat dalam bidang kesehatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).
Selain bantuan biaya pengobatan, perusahaan yang bergerak di pertambangan tersebut juga rutin memberikan layanan kesehatan gratis melalui program Mobil Sehat. (*)










