“Daripada menjadi tempat yang tidak terurus, kami rapikan dan manfaatkan untuk membangun fasilitas yang dibutuhkan masjid,” katanya.
Suwandi menjelaskan, kebutuhan pembangunan fasilitas penunjang semakin meningkat seiring bertambahnya aktivitas dan jumlah jamaah yang memanfaatkan Masjid Nurul Huda.
Meski sebelumnya telah memiliki fasilitas tempat wudu, pengurus masjid menilai perlu dilakukan pengembangan agar pelayanan kepada jamaah dapat berjalan lebih nyaman dan maksimal.
“Kalau atap sudah selesai dipasang, pembangunan bisa terus dilanjutkan. Nantinya tinggal penyelesaian akhir seperti pemasangan keramik,” jelasnya.
Selain sebagai tempat ibadah, Suwandi menyebut, Masjid Nurul Huda juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat. Berbagai aktivitas rutin digelar di masjid tersebut, mulai dari majelis taklim, kajian keislaman, hingga kegiatan belajar membaca Al-Qur’an bagi anak-anak.
“Masjid ini tidak hanya digunakan untuk salat berjamaah, tetapi juga menjadi tempat belajar Al-Qur’an bagi anak-anak, kegiatan majelis taklim, dan kajian rutin untuk menambah ilmu agama,” ungkap Suwandi.
Ia berharap dukungan dari PT Timah terhadap fasilitas keagamaan dan kegiatan sosial masyarakat dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari program perusahaan.
“Kami berharap PT Timah semakin maju dan terus hadir membantu masyarakat, tidak hanya dalam pembangunan sarana keagamaan, tetapi juga mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar masjid,” tutupnya. (*)










