“Kami berharap dengan adanya toilet, jamaah bisa lebih nyaman beribadah di musala, apalagi saat bulan Ramadan. Ini memang menjadi salah satu kebutuhan prioritas kami,” tuturnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada PT Timah yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan Musala Al Ikhlas.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya membantu memenuhi fasilitas yang selama ini dibutuhkan jamaah, tetapi juga menjadi pemantik semangat masyarakat untuk terus bergotong royong menyelesaikan pembangunan musala.
“Terima kasih kepada PT Timah. Mudah-mudahan bantuan ini menjadi motivasi bagi para dermawan lainnya untuk ikut membantu melengkapi kebutuhan musala kami,” harapnya.
Harapan serupa disampaikan salah seorang jamaah Musala Al Ikhlas, Samsul. Ia mengatakan pembangunan musala sejak awal memang bertumpu pada swadaya dan gotong royong masyarakat.
Kondisi tersebut membuat sejumlah fasilitas hingga kini belum dapat dilengkapi secara maksimal.
“Karena pembangunan musala ini sebelumnya dilakukan secara swadaya masyarakat, tentu masih banyak kekurangan di sana-sini,” katanya.
Samsul berharap dukungan dari berbagai pihak dapat terus mengalir sehingga pembangunan Musala Al Ikhlas dapat segera dituntaskan.
Ia ingin musala tersebut tidak hanya menjadi tempat menunaikan ibadah, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, menjalankan berbagai kegiatan keagamaan dan mempererat tali silaturahmi.
“Kami berharap uluran tangan baik dari pemerintah maupun dari PT Timah dapat membantu menyelesaikan pembangunan Musala Al Ikhlas, sehingga masyarakat bisa segera menggunakan musala ini untuk beribadah maupun untuk berbagai kegiatan keagamaan,” ujar Samsul. (*)










