Direktur Pengembangan Usaha PT Timah menambahkan bahwa kolaborasi ini mendukung pengembangan industri yang kompetitif dan mandiri.
“Kami percaya kerjasama ini akan menciptakan ekosistem yang lebih kuat bagi industri kaca dan hilirisasi timah di Indonesia,” tambah Dicky.
Langkah Strategis untuk Masa Depan Industri Nasional
Melalui diskusi terperinci, kedua pihak menyepakati ruang lingkup, kompensasi, serta langkah teknis yang diperlukan untuk merealisasikan program jangka panjang. Kerjasama ini juga bertujuan membuka peluang produk dalam negeri untuk bersaing di pasar global.
PT Xinyi Glass Indonesia berkomitmen menjaga prinsip integritas dan profesionalisme dalam menjalankan kerjasama ini.
“Kami optimis hubungan strategis ini akan memberikan dampak positif bagi kedua pihak dan industri secara keseluruhan,” ujar Jia Ao.
Penandatanganan MoU ini juga mencerminkan catatan positif dari laporan Kuartal III Kementerian Investasi/BKPM. Pemerintah terus mendorong hilirisasi sebagai upaya memperkuat daya saing industri nasional, termasuk sektor manufaktur kaca.
Komitmen terhadap Hilirisasi yang Berkelanjutan
Pemanfaatan sumber daya lokal seperti timah bukan hanya meningkatkan kualitas produksi, tetapi juga mendorong penguatan rantai pasok domestik. Langkah ini selaras dengan visi pemerintah untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam dalam negeri.
Dengan kolaborasi strategis ini, PT Timah dan PT Xinyi Glass Indonesia optimis mampu menciptakan ekosistem industri yang mandiri dan berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan investasi di sektor hilir sekaligus membuka peluang baru bagi produk-produk lokal untuk bersaing di pasar internasional.
Kerjasama ini menjadi bukti nyata sinergi antara sektor pertambangan dan manufaktur untuk mendukung visi Indonesia sebagai pusat ekonomi berkelanjutan.
Sumber: PT Timah.com










