Menurutnya, pupuk organik ini sangat membantu rekan-rekannya yang memiliki usaha tani, terutama saat pupuk kimia di pasaran menjadi mahal.
“Kohe dan urine kambing kami gunakan sebagai pupuk di kebun. Awalnya saya coba sendiri, ternyata hasilnya sangat memuaskan. Kini kami tidak lagi membeli pupuk kimia,” ujarnya.
Fazila juga menambahkan bahwa usaha ternak kambing memberikan keuntungan jangka panjang. Selain hasil pupuk, kambing juga memiliki nilai ekonomi tinggi, terutama saat Hari Raya Kurban, di mana permintaannya meningkat tajam.
“Beternak kambing ini seperti investasi. Dari awal memelihara, hasilnya bisa langsung dirasakan, baik untuk pupuk maupun sebagai sumber pendapatan tambahan,” tambahnya.
Melalui program ini, PT Timah terus mendukung perekonomian masyarakat di lingkar tambang, sekaligus mendorong ketahanan pangan dan pengembangan usaha lokal berbasis potensi daerah. (*).












