Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
Berita PT Timah

PT Timah Dukung Penelitian Ikan Endemik Bangka untuk Melestarikan Betta Burdigala yang Terancam Punah

×

PT Timah Dukung Penelitian Ikan Endemik Bangka untuk Melestarikan Betta Burdigala yang Terancam Punah

Sebarkan artikel ini
PT Timah Dukung Penelitian Ikan Endemik Bangka untuk Melestarikan Betta Burdigala yang Terancam Punah

Menurut Helmizuryani, Kepulauan Bangka Belitung menjadi salah satu wilayah yang memiliki kekayaan spesies ikan endemik dengan nilai ekologis sekaligus ekonomi yang tinggi.

Namun, keberadaan ikan-ikan endemik tersebut kini menghadapi ancaman serius akibat kerusakan habitat yang dipicu alih fungsi lahan menjadi perkebunan serta pencemaran lingkungan.

“Daerah Kepulauan Bangka Belitung ini menjadi salah satu daerah yang memiliki sejumlah spesies endemik dengan nilai ekologis sekaligus ekonomi yang tinggi. Namun keberadaannya saat ini terancam punah akibat fungsi lahan dan pencemaran lingkungan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Betta burdigala merupakan spesies yang hanya ditemukan di Pulau Bangka dan dikenal sebagai leluhur dari beberapa jenis ikan cupang lainnya.

“Kalau upaya konservasi tidak dilakukan mulai sekarang, tinggal menunggu waktu saja ikan-ikan endemik ini akan punah. Kami mengapresiasi peran PT Timah yang sudah memulai mendukung penelitian ini,” tegasnya.

Senada, Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN, Boby Muslimin, mengatakan Betta burdigala telah masuk dalam kategori Critically Endangered atau terancam punah berdasarkan IUCN Red List. Karena itu, diperlukan langkah konservasi yang terukur dan berkelanjutan untuk menjaga kelestarian spesies tersebut.

“Ikan ini sudah berada pada kategori kritis sehingga diperlukan upaya konservasi bersama, baik melalui perlindungan habitat, konservasi in-situ maupun ex-situ, serta pengembangan budidaya,” jelas Boby.

Ia menambahkan, hasil domestikasi Betta burdigala juga berpotensi mendukung program reklamasi yang dijalankan PT Timah melalui kegiatan restocking di kawasan bekas tambang yang telah memiliki habitat yang sesuai.

Meski demikian, Boby menegaskan pelepasliaran harus dilakukan secara selektif karena spesies tersebut secara alami hidup di kawasan rawa gambut dangkal. Oleh sebab itu, lokasi yang paling sesuai adalah kawasan tepian kolong bekas tambang yang telah direhabilitasi.

“Kami mengapresiasi PT Timah yang telah menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian ikan endemik. Ikan ini merupakan bagian penting dari ekosistem sekaligus memiliki nilai bagi kehidupan masyarakat. Karena itu, perlindungan habitat dan upaya konservasi, baik secara in-situ maupun ex-situ, harus terus diperkuat, dan PT Timah telah memulai langkah tersebut,” tutupnya.

Komitmen PT Timah dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, perusahaan juga berkolaborasi dengan Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung (The Tanggokers) untuk mendukung penelitian sekaligus menerbitkan buku Biodiversitas Ikan Tempalak (Wild Betta) Endemik Pulau Bangka sebagai bagian dari upaya memperkuat konservasi spesies endemik di Bangka Belitung. (*)

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel