Selain itu, PT Timah juga menggandeng kelompok nelayan untuk membuat dan menenggelamkan rumpon. Alat bantu ini berfungsi untuk menarik gerombolan ikan agar lebih mudah ditangkap.
Manfaat dari program ini sudah dirasakan nelayan di Tanjung Kubu, Kabupaten Bangka Selatan. Salah satunya adalah Rispandi, nelayan setempat, yang mengungkapkan hasil tangkapan ikan meningkat signifikan sejak adanya rumpon.
“Dulu kami melaut dari subuh sampai sore hanya dapat 10 kilogram. Sekarang bisa sampai 50 kilogram. Ikan-ikan sudah berkumpul di sekitar rumpon, jadi tidak perlu jauh-jauh lagi,” ujarnya.
Sadar akan tingginya risiko pekerjaan nelayan, PT Timah juga memberikan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Sebanyak 1.611 nelayan di Bangka Belitung dan Kepulauan Riau tercatat sebagai penerima manfaat program ini.
“Program dan bantuan ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam memperkuat ekonomi masyarakat nelayan. Kami berharap upaya ini bisa meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para nelayan,” ujar Departement Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan.
Anggi juga menambahkan bahwa PT Timah berharap kolaborasi yang terjalin bersama kelompok nelayan tidak hanya berdampak secara ekonomi, tapi juga menjadi langkah bersama dalam menjaga ekosistem laut secara berkelanjutan.
“Program dan bantuan ini tak hanya berdampak secara ekonomi bagi nelayan sekitar, tetapi juga menjadi langkah bersama dalam menjaga kelestarian ekosistem laut,” pungkasnya. (*)










