“Dengan adanya dukungan ini, kami bisa membangun pondok produksi yang lebih layak. Selain meningkatkan kapasitas produksi, kegiatan ini juga berdampak pada edukasi pengelolaan sampah melalui bank sampah recycle waste,” jelasnya.
Dukungan serupa juga menyasar pemuda di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. PT Timah memberikan dukungan kepada pemuda Desa Sawang Selatan dalam melestarikan tradisi lampu colok saat bulan Ramadan.
Pemuda Desa Sawang Selatan, Zamroni, mengatakan bantuan tersebut membantu mereka mempersiapkan kebutuhan festival budaya tahunan tersebut.
“Dengan bantuan dari PT Timah, kebutuhan pembuatan gerbang lampu colok bisa terpenuhi sehingga kegiatan pelestarian budaya ini berjalan sesuai rencana,” katanya.
Sementara itu, di Kabupaten Bangka Selatan, PT Timah mendukung Komunitas Pemuda-Pemudi Berkarya atau Pepaya Creative di Desa Rias. Komunitas ini bergerak di bidang jasa dan kreativitas bengkel.
Ketua Pepaya Creative, Iwan Sanjaya, mengungkapkan dukungan PT Timah memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan usaha komunitasnya.
“Sekarang workshop kami lebih luas dan peralatannya lebih memadai. Dengan fasilitas yang sesuai, kami lebih percaya diri menerima pekerjaan dan memperluas layanan kepada konsumen,” ujarnya.
Melalui berbagai dukungan tersebut, PT Timah menegaskan komitmennya dalam mendorong kemandirian pemuda di wilayah operasional.
Pembinaan yang dilakukan tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri dan daya saing generasi muda.
Kolaborasi antara perusahaan, komunitas pemuda, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan dampak berkelanjutan bagi pembangunan sosial dan ekonomi daerah. (*)










