“Terima kasih kepada PT Timah yang melalui program TJSL-nya telah memberikan kontribusi pada dunia pendidikan. Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kompetensi guru dan menginspirasi jenjang pendidikan lainnya,” kata Henky dalam keterangannya.
Salah satu peserta, Destriani Elvira, guru SDN 22 Mentok, mengaku antusias mengikuti pelatihan. Ia menilai program ini sangat berguna untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menulis dan menyebarkan gagasan edukatif.
“Kami merasa bangga bisa terlibat. Semoga program ini berkelanjutan dan bisa dirasakan lebih luas oleh rekan-rekan guru di Bangka Barat,” ujar Destriani.
Sementara itu, Department Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, menjelaskan bahwa pelatihan ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di sektor pendidikan.
“Program Timah Mengajar ini kami gelar di seluruh wilayah operasional PT Timah. Selain pelatihan guru, kami juga menyediakan beasiswa dan bantuan sarana pendidikan sebagai bentuk dukungan kami terhadap pendidikan nasional,” jelas Anggi.
Ia menambahkan, program ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya poin keempat, yaitu peningkatan kualitas SDM melalui penguatan sistem pendidikan nasional.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini dapat diimplementasikan di lingkungan sekolah dan sekaligus mendorong geliat literasi,” pungkas Anggi. (*)










