Untuk memenuhi pesanan tersebut, ia menyiapkan sekitar 790 bungkus camilan yang terdiri dari berbagai jenis produk, mulai dari rengginang, pisang coklat, pisang manis, keripik singkong aneka rasa, keripik keladi, hingga peyek.
Menurutnya, permintaan produk camilan memang cenderung meningkat selama Ramadan. Namun, adanya pesanan dalam jumlah besar dari PT Timah semakin menambah semangat para pelaku UMKM untuk meningkatkan produksi.
“Kalau Ramadan biasanya memang ada peningkatan penjualan. Dengan adanya pesanan dari PT Timah ini tentu menambah omzet dan membuat kami semakin semangat menjalankan usaha,” katanya.
Ia menjelaskan, produk camilan yang diproduksi oleh usahanya dijual dengan harga yang cukup terjangkau, mulai dari Rp1.000 hingga Rp15.000 per kemasan.
Dalam kondisi normal, kapasitas produksi usahanya berkisar antara 20 hingga 30 kilogram per hari. Namun selama Ramadan, jumlah produksi meningkat signifikan hingga mencapai sekitar 100 kilogram per hari untuk memenuhi permintaan pasar.
Selain membantu meningkatkan penjualan produk, Rini menilai PT Timah juga berperan dalam membuka peluang promosi bagi para pelaku UMKM dengan melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan perusahaan.
Ia mengungkapkan, sebelumnya produk camilan miliknya juga pernah diikutsertakan dalam kegiatan pameran yang difasilitasi oleh PT Timah.
“Dulu kami pernah diajak ikut pameran saat peringatan Hari Ibu. Jadi bukan hanya membantu penjualan, tapi juga membantu memperkenalkan produk kami kepada masyarakat yang lebih luas,” jelasnya.
Rini berharap ke depan PT Timah dapat terus melibatkan pelaku UMKM dalam berbagai kegiatan promosi maupun pameran di berbagai daerah sehingga produk lokal dari Mentok dapat semakin dikenal.
“Harapannya kalau ada pameran atau bazar lagi kami bisa terus dilibatkan, supaya produk kami bisa dikenal tidak hanya di Mentok, tetapi juga di daerah lain,” harapnya. (*)










