Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
Berita PT Timah

PT Timah Perkuat Implementasi Responsible Mining Lewat Sosialisasi RMI-RMAP

×

PT Timah Perkuat Implementasi Responsible Mining Lewat Sosialisasi RMI-RMAP

Sebarkan artikel ini
PT Timah Perkuat Implementasi Responsible Mining Lewat Sosialisasi RMI-RMAP

“Isu keberlanjutan, traceability, dan pengelolaan risiko dalam konteks Environmental, Social, and Governance (ESG) kini menjadi perhatian utama para pemangku kepentingan. Keberhasilan implementasi RMI-RMAP akan semakin memperkuat posisi PT Timah sebagai perusahaan pertambangan timah yang menjalankan praktik bisnis secara transparan, bertanggung jawab, dan sesuai dengan best practice internasional,” katanya.

Ia berharap sosialisasi tersebut mampu meningkatkan pemahaman seluruh karyawan mengenai peran dan kontribusi masing-masing unit kerja dalam mendukung implementasi due diligence dan responsible sourcing secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Ilhamsyah menegaskan bahwa keberhasilan implementasi RMI-RMAP membutuhkan komitmen, konsistensi, dan kolaborasi dari seluruh insan PT Timah. Prinsip tata kelola yang baik, kepatuhan, transparansi, dan keberlanjutan harus menjadi budaya kerja yang diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

“Dengan komitmen dan kolaborasi yang kuat, saya yakin PT Timah mampu mempertahankan kepercayaan para pemangku kepentingan, memperkuat posisi perusahaan dalam rantai pasok global, serta mendukung terciptanya industri pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Auditor Independen RMI-RMAP, Arifzal Adrianto, menjelaskan bahwa selain tuntutan regulasi, dinamika pasar global juga mendorong perusahaan untuk memiliki sertifikasi RMAP agar tetap kompetitif.

Menurut Arifzal, sertifikasi RMAP menjadi kebutuhan penting bagi PT Timah karena banyak pembeli global kini mensyaratkan sumber mineral yang berasal dari rantai pasok yang bertanggung jawab dan dapat ditelusuri.

“RMAP tidak hanya membuka akses pasar global, tetapi juga membantu perusahaan dalam mitigasi risiko, memperkuat reputasi dan kepercayaan pemangku kepentingan, memenuhi tuntutan regulasi, meningkatkan efisiensi internal, serta membangun sistem rantai pasok yang transparan dan andal,” jelasnya.

Dalam sosialisasi RMI-RMAP tersebut, Arifzal juga memaparkan lima langkah uji tuntas (due diligence) OECD yang menjadi fondasi penerapan responsible sourcing, yakni membangun sistem manajemen yang kuat, mengidentifikasi risiko, melakukan mitigasi risiko, menjalankan audit independen oleh pihak ketiga, serta menyampaikan pelaporan secara terbuka kepada publik. (*)

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel