Perusahaan menargetkan untuk mengoptimalkan nilai perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap negara, pemegang saham, dan masyarakat.
“Tahun ini, kami akan mengoptimalkan nilai perusahaan dan kontribusi terhadap negara, pemegang saham, serta tanggung jawab sosial kepada masyarakat,” tambah Restu.
Kendati demikian, Restu mengakui ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi PT Timah, seperti keberadaan tambang tanpa izin (ilegal mining) di wilayah konsesi dan permasalahan tumpang tindih lahan yang masih terjadi. Hal ini menjadi fokus perusahaan untuk segera diselesaikan agar kinerja dapat lebih maksimal.
“Ini menjadi perhatian serius kami agar operasional tambang tetap berjalan sesuai aturan dan berkelanjutan,” ujarnya
Sementara dari sisi kinerja keuangan, PT Timah menunjukkan tren positif. Pada kuartal pertama tahun 2025, perusahaan membukukan laba mencapai Rp116,86 milyar. Sedangkan di tahun 2024, perusahaan mencatatkan laba sebesar Rp1,19 trilun.
“Kami percaya dengan langkah strategis yang tepat dan pengelolaan yang baik, PT Timah dapat terus berkontribusi optimal bagi negara dan masyarakat,” tutup Restu. (*)










