Anggi menyebut, KIP Timah Garuda merupakan salah satu sarana yang mendukung kegiatan operasional penambangan timah, khususnya di wilayah perairan.
Ia menjelaskan, pengoperasian KIP didukung dengan teknologi dan sumber daya manusia yang kompeten, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan serta keberlanjutan dalam pelaksanaan operasional.
Sementara itu, Tugboat Timah Garuda menjadi salah satu sarana pendukung dalam operasional KIP. Kehadiran keduanya dalam pawai kendaraan hias menggambarkan keterkaitan berbagai unsur yang mendukung kelancaran kegiatan operasional perusahaan.
“Keduanya tidak hanya menggambarkan teknologi, tetapi juga kerja keras, inovasi dan kontribusi insan Timah dalam menjalankan amanah untuk bangsa dan negara,” ujar Anggi.
Melalui miniatur tersebut, PT Timah juga ingin memperkenalkan kepada masyarakat mengenai berbagai sarana yang berperan dalam kegiatan pertambangan timah di wilayah perairan.
Menurut Anggi, filosofi yang dibawa PT Timah melalui kendaraan hias tersebut tidak sekadar menampilkan bentuk kapal penambangan.
“KIP Timah Garuda menjadi simbol kerja keras, inovasi dan pengabdian dalam mengelola sumber daya alam Indonesia secara berkelanjutan,” kata Anggi.
Ia menegaskan, di tengah tantangan industri pertambangan, setiap pelayaran dan aktivitas KIP membawa semangat untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan, masyarakat dan negara.
“KIP bukan sekadar kapal penambang, tetapi juga menjadi simbol kerja keras, inovasi dan pengabdian insan Timah dalam menjalankan tugasnya,” tutup Anggi. (*)










