Melalui langkah ini, PT Timah Tbk tidak hanya menghemat beban bunga, tetapi juga menunjukkan kinerja keuangan yang terus membaik.
Hingga September 2024, perusahaan mencatatkan pendapatan Rp8,25 triliun, EBITDA Rp2,08 triliun, dan laba bersih Rp908,81 miliar, angka yang semakin mempertegas soliditas keuangan perusahaan.
Sebagai bagian dari buyback, perusahaan telah mentransfer dana sebesar Rp395,87 miliar, yang terdiri dari pokok MTN senilai Rp391,25 miliar dan bunga sebesar Rp4,62 miliar ke rekening Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 3 Maret 2025. Dana tersebut berasal dari saldo kas internal perusahaan.
“Langkah ini merupakan bukti komitmen kami terhadap tata kelola perusahaan yang baik dan pengelolaan keuangan yang berkelanjutan, yang akan memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan ke depannya,” tambah Rendi.
Dengan selesainya buyback MTN ini, PT Timah Tbk semakin fokus pada pengembangan bisnis dan optimalisasi portofolio investasinya, serta melanjutkan rencana strategis jangka panjang yang telah dirumuskan, sembari terus mengutamakan tata kelola perusahaan yang baik.
“Perusahaan juga akan terus berkomitmen untuk menjalankan rencana strategis jangka panjang serta menjaga integritas dan akuntabilitas dalam setiap keputusan bisnis yang diambil,” pungkasnya. (*)










