Ia pun mengakui telah melakukan pertemuan awal bersama Kapolda Babel untuk membahas persoalan tersebut. Dari pertemuan itu, nantinya akan dibahas di forum yang lebih besar bersama Forkopimda.
“Saya sudah koordinasi bersama Pak Kapolda. Kita akan lakukan sesuatu termasuk apa yang dituntut semoga nelayan mudah melaut. Tuntutan ini akan saya pimpin bersama Kapolda, Danrem, Kajati, Polairud, Lanal, Lanud untuk mencari jalan memudahkan nelayan melaut,” kata Safrizal.
Orang nomor satu di Negeri Serumpun Sebalai ini juga mengakui sudah menerima lokasi-lokasi lain yang juga menjadi polemik antara nelayan, dan para penambang untuk mendapatkan perhatian.
Ia pun meminta para nelayan menunggu hasil pertemuan yang akan ia gagas nantinya. Ia menegaskan akan memberikan hasil sesuai kebutuhan.
“Kita akan lihat, monitor, apa yang bisa dilakukan agar nelayan bisa kembali melakukan niaga kelautan. Kita akan carikan jalan keluarnya. Saya harus melakukan sesuatu, di samping yang lainnya. Tunggu saja, kita akan ambil aksi setelah kami Forkopimda bertemu, dan mengambil langkah aksi seperti apa,” katanya.
Di hadapan massa aksi, Safrizal juga memberikan jaminan akan mengambil tindakan tegas jika diketahui adanya aparatur pemerintah di lingkungan Pemprov Babel yang ‘bermain’ di dalam pro-kontra pertambangan ilegal, di Perairan Teluk Kelabat Dalam.
“Saya tidak bisa menjanjikan ke aparatur lain, tapi untuk pemda, kalau ada, laporkan ke saya. Saya tindak. Oleh karenanya, nanti saya akan menentukan tindakan yang diambil seperlunya, sepatutnya, sehingga memudahkan nelayan di laut Kelabat Dalam,’ pungkasnya. (***)



















