Sekilasindonews.com JAKARTA – Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa sekolah di wilayah terpencil kembali menunjukkan tantangannya.
Di Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setiap hari harus menyeberangi laut dan menyusuri sungai demi memastikan ratusan paket makanan sampai ke tangan anak-anak sekolah tepat waktu.
Kepala SPPG Aluh-Aluh Besar, Kasful Anwar, mengungkapkan bahwa pihaknya bertanggung jawab menyalurkan total 2.138 porsi MBG ke lebih dari 30 sekolah yang tersebar di tiga desa.
Dari jumlah tersebut, 1.187 penerima manfaat berada di wilayah daratan, sementara 951 lainnya tinggal di pulau-pulau kecil yang hanya dapat dijangkau melalui jalur air.
“Distribusi ke pulau harus lewat laut lalu masuk ke sungai. Kami menggunakan dua klotok dan satu mobil untuk armada,” ujar Kasful, Jumat (14/11/2025).
Setibanya di dermaga, empat relawan langsung bergerak membawa paket MBG menuju sekolah-sekolah di Desa Aluh-Aluh Kecil dan Desa Podok.
Kedua desa itu terletak di pulau terpisah sehingga seluruh distribusi harus mengandalkan transportasi air.
Kasful menjelaskan, anak-anak biasanya sudah menunggu kedatangan makanan sambil membantu mengangkat paket ke area sekolah.
“Rata-rata sekolah berada di pinggir air, sekitar 30 meter dari dermaga, anak-anak biasanya ikut membantu dan mereka sangat antusias sekali,” tuturnya.















