Riza mengatakan, sejauh ini proyek pembangunan landscape yang menghabiskan belasan milyar menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang diprediksi akan rampung pada bulan September 2024 mendatang itu baru mencapai 40 persen lebih.
Oleh karena itu, dirinya meminta pihak Dinas terkait untuk menyelesaikan pembangunan tersebut agar lebih cepat lagi dengan tetap mengutamakan kualitas. Sebab, kata Riza, pengembangan kawasan wisata simpang lima Toboali ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat terutama pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Bangka Selatan.
“Sejauh ini progresnya masih sesuai, cuma maksud saya tolong lebih cepat lagi namun tetap mengutamakan kualitas. Karena harapan saya pengembangan simpang lima ini bisa memberikan dampak efek ekonomi kepada masyarakat Bangka Selatan bagaimana kegunaan space publik ini bisa betul-betul digunakan untuk bersama-sama keluarga mereka di suatu tempat yang sama dengan menikmati kuliner yang ada di disini,” katanya.
“Dan saya juga minta doa masyarakat agar kawasan simpang lima ini pengembangannya bisa terus kami kembangkan sehingga bisa menghasilkan efek positif, dan saya juga minta tolong kepada masyarakat apa yang sudah dibangun ini tolong di jaga baik-baik,” pungkasnya.












