Menurut dia, kemajuan suatu bangsa tak dapat dipisahkan dari kemampuan memberikan pelayanan kesehatan yang layak dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
Prabowo berharap RS KEI dapat menjadi standar baru layanan kardiologi di Indonesia mempercepat akses pelayanan, menekan angka fatalitas, serta berfungsi sebagai pusat edukasi, inovasi, dan penelitian.
“Saya kira ini akan memberi harapan baru bagi pasien jantung, tidak usah jauh-jauh berobat ke luar negeri, kita punya fasilitas yang bagus dan terbaik,” tuturnya.
RS KEI dibangun melalui hibah senilai Rp417,3 miliar dari UEA untuk menghadirkan layanan kardiologi berstandar internasional.
Fasilitas ini dirancang menjadi pusat rujukan jantung untuk Jawa Tengah, DIY, dan wilayah sekitarnya, sekaligus berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan dan pusat riset kardiovaskular.
Kementerian Kesehatan menunjuk RSUP Dr Sardjito, DI Yogyakarta, sebagai pengelola penuh.
Rumah sakit ini telah beroperasi sejak 6 Oktober 2025, menyediakan layanan gawat darurat, rawat jalan, rawat inap, ruang VIP hingga President Suite, serta fasilitas ICU dan Cathlab.
Bagindo Yakub.
















