Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
BeritaKab. Bangka Barat

Rutan Kelas IIB Mentok Bekali Warga Binaan Beternak Ayam, Hasilkan 350 Butir Telur per Hari

×

Rutan Kelas IIB Mentok Bekali Warga Binaan Beternak Ayam, Hasilkan 350 Butir Telur per Hari

Sebarkan artikel ini
Rutan Kelas IIB Mentok Bekali Warga Binaan Beternak Ayam, Hasilkan 350 Butir Telur per Hari
Kepala Rutan Kelas IIB Mentok, Andri Ferly. (Foto: Ist)

SEKILASINDONEWS.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, membekali warga binaan dengan keterampilan beternak ayam sebagai bagian dari program pembinaan dan persiapan reintegrasi sosial.

Melalui kegiatan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Mentok, warga binaan terlibat langsung dalam pemeliharaan sekitar 700 ekor ayam yang terdiri dari sekitar 600 ekor ayam petelur dan lebih dari 100 ekor ayam kampung Merawang.

Dari peternakan tersebut, setiap hari dihasilkan sekitar 350 butir telur, terdiri dari sekitar 300 butir telur ayam petelur dan 50 butir telur ayam kampung Merawang.

Kepala Rutan Kelas IIB Mentok, Andri Ferly, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana memberikan keterampilan kepada warga binaan sebelum mereka kembali ke masyarakat.

Menurutnya, warga binaan dilibatkan dalam berbagai kegiatan peternakan, mulai dari memberikan pakan dan minum, menjaga kebersihan kandang, merawat ayam hingga memperhatikan kualitas telur yang dihasilkan.

“Yang mengurus dan merawat itu para warga binaan yang sudah masuk setengah masa pidana atau masa reintegrasi sosial untuk menuju integrasi sosial atau pembebasan bersyarat dan itu berlaku kepada seluruh narapidana, seluruh warga binaan, tidak ada perlakuan khusus,” ujar Andri saat dikonfirmasi, Senin (6/10/2026).

Andri menjelaskan, warga binaan yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan mereka yang telah memasuki sekitar setengah masa pidana atau tahapan reintegrasi sosial.

Keterlibatan mereka dalam kegiatan peternakan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku dan menjadi bagian dari proses pembinaan sebelum kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

“Ini jadi bekal mereka untuk mengetahui bagaimana beternak ayam petelur, bagaimana memaksimalkan telur ayam itu berproduksi dengan bagus, cangkangnya, makannya seperti apa, minumnya seperti apa, supaya enggak bau kandangnya seperti apa,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, kata Andri, warga binaan tidak hanya belajar memelihara ayam, tetapi juga memahami proses produksi secara langsung.

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel