”Kami juga mengimbau kepada seluruh siswa untuk menciptakan suasana belajar yang aman, inklusif, dan saling menghargai. Jangan ada lagi aksi perundungan dalam bentuk apa pun di lingkungan sekolah,” ujar AKBP Agus Arif Wijayanto.
Tak hanya persoalan perundungan, Kapolres juga menyoroti pentingnya kesadaran berlalu lintas di kalangan pelajar. Ia mengingatkan para siswa agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berada di jalan raya.
“Tertib berlalu lintas bukan sekadar kewajiban untuk menghindari pelanggaran, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” katanya.
Selain itu, Kapolres juga menyoroti terkait ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba. Ia mengingatkan para pelajar agar senantiasa mawas diri dan membentengi diri dari pergaulan bebas yang mengarah pada tindak kejahatan.
”Siswa harus mawas diri. Hindarkan diri dari segala bentuk kejahatan, bahaya penyalahgunaan narkoba, serta kenakalan remaja lainnya yang dapat merusak masa depan,” ujar AKBP Agus Arif Wijayanto.
Menutup arahannya, AKBP Agus Arif Wijayanto berharap program “Polisi Peduli Pendidikan” ini mampu memperkuat sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan di Kabupaten Bangka Selatan.
”Melalui kegiatan ini, kami berharap sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan dapat terus terjalin erat dalam mencetak generasi muda Kabupaten Bangka Selatan yang cerdas, beretika, dan taat hukum,” pungkasnya. (*)
















