“Kami harus bergerak cepat dan tepat waktu. Pelanggan ingin ukuran sesuai permintaan dan pengiriman harus tepat jadwal. Kalau usaha maju, karyawan juga ikut merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Namun meningkatnya permintaan sempat membuat Afri kewalahan. Terbatasnya armada pengantaran membuat layanan tidak bisa maksimal. Ia membutuhkan tambahan mobil operasional, tetapi modal yang tersedia belum mencukupi.
Hingga akhirnya, Afri mendapat informasi mengenai program pinjaman modal untuk UMKM dari PT Timah Tbk. Sejak menjadi mitra binaan, usahanya semakin terbantu.
“Dengan pelayanan cepat, satu mobil operasional terasa tidak cukup. Alhamdulillah berkat pinjaman modal dari PT Timah Tbk, kami bisa membeli mobil tambahan untuk operasional. Setelah itu, permintaan ayam juga ikut meningkat,” ucapnya.
Tak hanya berupa pendanaan, Afri juga mendapatkan pelatihan pengelolaan keuangan usaha dari PT Timah Tbk. Program ini sangat membantunya dalam menata pembukuan dan membuat bisnis lebih rapi.
“PT Timah Tbk tidak hanya memberi pinjaman, tapi juga pelatihan. Pembukuan jadi tertata, kami tahu jelas pendapatan dan pengeluaran. Kalau tidak rapi, kadang kita bisa lost control,” jelasnya.
Afri berharap PT Timah Tbk terus memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang, sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya.
“Semoga PT Timah Tbk terus merangkul UMKM agar bisa berkembang dan mendorong ekonomi masyarakat,” harapnya.
Perjalanan Afri menjadi bukti bahwa kemauan, konsistensi, dan dukungan yang tepat dapat membawa seorang pelaku usaha bangkit dari keterpurukan menuju pintu kesuksesan. (*)











