Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
Berita PT Timah

Sepakat Harga Timah Rp300 Ribu, PT Timah Usulkan Skema Mitra dan Koperasi dengan Penambang

×

Sepakat Harga Timah Rp300 Ribu, PT Timah Usulkan Skema Mitra dan Koperasi dengan Penambang

Sebarkan artikel ini
Sepakat Harga Timah Rp300 Ribu, PT Timah Usulkan Skema Mitra dan Koperasi dengan Penambang
Pasca Aksi Demo, PT Timah Tbk menggelar pertemuan dengan perwakilan penambang dari empat kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (8/10/2025).

“Dalam pembahasan tadi kita hanya bicara wewenang PT Timah. Kita tidak akan membahas IUP di luar PT Timah. Semoga semua berjalan baik. Aspirasi masyarakat sudah diterima, dan tolong jangan ada aksi lagi. Ini luar biasa, belum ada sejarahnya seorang direktur PT Timah mengajak penambang untuk merumuskan harga, dan ini akan dilakukan berkelanjutan,” tegasnya.

Respon Perwakilan Penambang

Dalam dialog tersebut, sejumlah perwakilan penambang dari Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan dan Kabupaten Bangka, menyampaikan pandangan dan harapan mereka.

Saman, perwakilan penambang dari Bangka Selatan, mengaku bersyukur atas kenaikan harga yang diputuskan PT Timah. Namun, ia berharap harga timah bisa terus naik agar kesejahteraan penambang semakin baik.

“Harapan kami harga bisa sampai Rp200.000 di tingkat penambang. Tapi Alhamdulillah kami bahagia dan bersyukur, dari sebelumnya sudah ada kenaikan harga timah. Kalau sebelumnya hanya Rp100.000, kini sudah Rp150.000-Rp160.000 per kilo di tingkat penambang. Semoga nanti bisa naik lagi. Kalau harga naik, kami bisa belanja lebih leluasa, menyekolahkan anak, dan hidup lebih tenang,” ungkapnya.

Senada, Rahman, perwakilan penambang dari Bangka Barat, menilai aspirasi mereka sudah banyak diakomodasi oleh PT Timah. Ia juga menilai dialog ini memberikan pemahaman lebih mendalam bagi masyarakat penambang.

“Apa yang dituntut masyarakat tanggal 6, soal harga, satgas, IUP, Alhamdulillah dipenuhi pihak PT Timah. Meski ada sedikit kecewa karena harga hanya Rp300.000, tapi ini sudah lumayan. Yang terpenting ada pembeli, karena sebelumnya masyarakat kesulitan menjual timah. Dengan adanya mitra usaha, kini ada kemudahan,” ujarnya.

Rahman menyebut, kebijakan kenaikan harga timah yang ditetapkan PT Timah diharapkan dapat menggerakkan perekonomian sekaligus meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Bangka Belitung.

“Selama harga timah masih stabil dan ada yang menampung timah rakyat, InsyaAllah ekonomi rakyat Bangka Belitung akan meningkat. Kami sebagai masyarakat penambang juga siap ikut aturan. PT Timah tadi sudah menawarkan mitra usaha atau CV yang bisa bermitra dengan masyarakat, jadi lebih enak dan dipermudah. Mudah-mudahan harga timah naik lagi, sehingga pembangunan di Babel juga ikut meningkat,” katanya.

Hendra, perwakilan penambang dari Kabupaten Bangka, juga mengungkapkan rasa syukurnya. Ia menilai PT Timah telah menunjukkan keterbukaan yang selama ini tidak mereka bayangkan.

“Pertemuan ini sangat menggembirakan. Ada hasil yang baik sudah disepakati. Terima kasih PT Timah yang sudah mengakomodasi tuntutan kami. Selama ini PT Timah terkesan menyeramkan, tapi ternyata dengan dialog ini ada keterbukaan,” ucapnya.

Namun Hendra menilai solusi tercepat saat ini adalah melalui mitra usaha, bukan koperasi. Menurutnya, pembentukan koperasi membutuhkan waktu cukup lama, sementara masyarakat saat ini membutuhkan hasil tambang yang bisa segera dipasarkan

“Terkait koperasi memang menarik, tapi pembentukannya butuh waktu. Sementara masyarakat butuh makan hari ini. Jadi sementara ini kita gunakan mitra usaha yang sudah ada,” jelasnya.

Harapan Baru untuk Penambang Babel

Pertemuan antara PT Timah dan perwakilan masyarakat penambang ini dinilai sebagai langkah maju dalam membangun komunikasi yang konstruktif.

Kenaikan harga timah serta solusi melalui mitra usaha dan koperasi diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat penambang di Kepulauan Bangka Belitung.

Para perwakilan penambang berharap dengan adanya keterbukaan dan kebijakan yang jelas, mereka bisa bekerja dengan tenang, terhindar dari konflik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Yang diinginkan masyarakat saat ini adalah bagaimana bisa menambang dengan aman, tidak ada razia, dan hasil tambang bisa dijual untuk kebutuhan sehari-hari,” tegas Hendra. (*)

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel