Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
Uncategorized

Sesama Aparat TNI Nyaris Bentrok, Akbar Kudai Tetap Aman

×

Sesama Aparat TNI Nyaris Bentrok, Akbar Kudai Tetap Aman

Sebarkan artikel ini

Seorang pegawai mengaku bernama Awi terlihat gugup saat didatangi sejumlah wartawan. Belasan karung timah basah terlihat berada di samping rumah.

Sebuah tempat penggorengan timah nampak masih baru beraktifitas dengan tungku api yang masih membara.

” Timah ini punya Hendro, tapi kolektor besarnya bernama Akbar Kudai,” kata Awi terlihat gugup sambil menelpon seseorang.

Tak lama sebuah mobil datang dan diketahui pemiliknya bernama Hendro berambut gondrong. Hendro mengaku kalau dia adalah sub kolektor Akbar Kudai.

” Saya hanya kolektor kecil bang, ini semua punya Akbar Kudai. Jangan diberitakan la bang, kami tahu ada pesaing kolektor sana yang tak suka sama kami,” kata Hendro.

Sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ) Pasal 6 Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.

Setelah melalukan investigasi, wartawan media ini pamit pulang meski sempat hendak diberikan sejumlah uang tapi ditolak dengan tegas.

Sementara itu, sumber terpercaya media ini menyebutkan kalau Akbar adalah pemain besar untuk wilayah Kabupaten Bangka.

” Akbar itu selain main ilegal juga sebagai mitra PT Timah. Dia punya SPK dan ratusan ponton di Sanfur, Tanjung Gunung, Rebo, Belinyu, Tempilang dan Pulau Lampu. Di balik Akbar ada pemain lama namanya Birin, orangnya besar tinggi, parlente dan hobi olahraga menembak,,” kata sumber, Rabu malam (17/6/2026).

Dikatakan sumber, timah milik Akbar semuanya sejak dulu dikendalikan satu pintu ke smelter MBS,” ungkapnya.

Aktifitas ilegal Akbar ini akan menjadi bom waktu bagi dirinya sendiri. ” Pasti jadi bom waktu karena sudah terendus di kejaksaan karena kuat dugaan telah terjadi dugaan korupsi tata niaga pertimahan. Kejaksaan maupun Kejagung sudah memantau gerak geriknya tinggal menunggu waktu saja,” tegasnya.

Akbar Kuday: 48 kali Lundup Timah Ilegal, 2 kali Dilepas dan 1 Diproses Lambat

Sikap tegas Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa tidak ada ruang bagi pelaku penyelundup timah. Siapa pun pelakunya dan siapa pun bekingnya wajib ditindak tegas. Apalagi sudah dibentuk Satgas Tricakti dan Satgas PKH.

Namun penegasan Presiden Prabowo Subianto itu tidak berlaku untuk sesosok bos timah ilegal ternama bernama Akbar Kudai. Sebab, hingga kini tak satu pun dari institusi penegak hukum yang berani menyentuh bisnis gelap timah ilegal Akbar Kuday. Terlebih lagi, Akbar Kuday disebut merupakan otak dari pelaku kejahatan penyelundupan timah ke Malaysia.

Bahkan, Satgas maupun Satlap Tricakti bentukan Presiden Prabowo diduga terkesan melakukan pembiaran ada timah ilegal masuk ke PT Timah dan sebagian besarnya masuk atau dijual kering ke smelter swasta dengan harga tinggi.

Ada apa dengan Satgas Tricakti, apakah ada kesepakatan di bawah meja ? Apakah mendapatkan keuntungan dari pemain timah seperti fee per kilogram.
Sudah bukan rahasia umum lagi banyak anggota Satgas Tricakti dari level perwira sampai bintara yang sudah dimutasi bahkan dikabarkan sdh diproses hukum di Mabesad gegara ketahuan mengambil keuntungan dari tugas dan jabatan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

“48 kali nyelundup, baru 3 kali ketangkap, pengakuan e dari ZA anak buah Akbar Kuday. Bahkan sekelas Satgas Tricakti bentukan Presiden Prabowo bukannya melalukan penindakan malahan terkesan pembiaran,” ujar sumber tertutup yang dapat dipertanggungjawabkan, Sabtu (25/7/2026).

“45 kali lolos walau tdk ada rekaman, tapi ini nyata,” ucapnya.

Diungkapkannya bahwa dalam memuluskan aksi penyelundupan timah dari Pulau Bangka ke Malaysia, bos timah ilegal Akbar Kudai tidak sendirian melainkan bersama dengan sejumlah jaringannya.

“Disitu ada BR ”, ungkapnya.

*Dirjend Gakkum ESDM Bungkam*

Kasus penyeludupan timah sebanyak 25 ton tangkapan TNI AL di Tuing Bangka pada Februari 2025 lalu menyeret nama bos timah ilegal ternama Akbar Kuday. Kasus penyeludupan timah tangkapan TNI AL diserahkan ke Gakkum ESDM. Namun sayangnya, hingga saat ini kasus penyeludupan itu tak jelas juntrungannya. Padahal terang benderang bahwa ada pengakuan kalau 25 ton timah selundupan tangkapan TNI AL adalah milik bos timah ilegal ternama bernama Akbar Kudai. Ironisnya, Dirjend Gakkum ESDM Rilke Jeffry Huwea dikonfirmasi baik melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp enggan menjawab alias bungkam.

Hingga berita ini ditayangkan, sesuai Pasal 1 Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

Akbar Kudai, Birin, Satlap dan Satgas Tricakti dan pihak terkait lainnya masih dalam upaya konfirmasi verifikasidatasertadokumen. (red)

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel