Melalui program rehabilitasi lahan pascatambang, penanaman pohon, dan konservasi keanekaragaman hayati, PT Timah berupaya menjaga harmoni antara aktivitas industri dan kelestarian alam.
Bahkan, PT Timah turut menjaga ekosistem laut melalui kegiatan penanaman mangrove, coral garden, fishing ground, dan atraktor cumi yang kini menjadi habitat alami bagi biota laut.
Kepedulian Sosial: Dari Kesehatan hingga Rumah Layak Huni
Dalam bidang kesehatan, perusahaan mengoperasikan Mobil Sehat PT Timah untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat terpencil.
Selain itu, program Kemunting (Gerakan Menurunkan Stunting) menjadi langkah konkret perusahaan dalam membantu pemerintah menekan angka stunting di wilayah Bangka Belitung.
PT Timah juga aktif membantu masyarakat kurang mampu melalui pembangunan Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) bagi warga berpenghasilan rendah.
Sepanjang tahun 2025, sedikitnya tujuh rumah baru telah dibangun dan diserahkan kepada warga di berbagai daerah operasi perusahaan.
Lestarikan Adat dan Budaya Lokal
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, PT Timah juga mendukung pelestarian adat dan budaya lokal.
Bersama masyarakat Adat Mapur, perusahaan ikut melestarikan tradisi dan kearifan lokal melalui pembangunan Kampung Adat Gebong Memarong di Dusun Air Abik, Desa Gunung Muda, Kabupaten Bangka.
Tumbuh Bersama Masyarakat
Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, mengatakan bahwa seluruh program CSR yang dijalankan perusahaan merupakan bagian dari komitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.
“Keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari seberapa besar dampak positif yang bisa dihadirkan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujar Anggi.
“PT Timah Tbk akan terus berkomitmen untuk memberikan manfaat nyata melalui berbagai program CSR yang berkelanjutan, agar masyarakat di lingkar tambang benar-benar merasakan kehadiran perusahaan,” tambahnya.
Melalui semangat “Bersama Membangun Negeri”, PT Timah terus menunjukkan bahwa kegiatan pertambangan dan tanggung jawab sosial bisa berjalan beriringan, menghadirkan harapan baru, memberdayakan masyarakat, dan menjaga bumi untuk generasi mendatang. (*)










