“Kami ingin layanan kesehatan tidak hanya terpusat di kota, tetapi bisa hadir langsung ke desa-desa kepulauan. Harapannya masyarakat lebih mudah memeriksakan kondisi kesehatan sejak dini,” ujarnya.
Menurut Anggi, program ini juga dirancang sebagai jembatan antara masyarakat dengan tenaga kesehatan. PT Timah menggandeng pemerintah daerah serta petugas medis setempat agar pelayanan lebih tepat sasaran.
“Kolaborasi menjadi kunci. Kami bekerja bersama puskesmas dan tenaga kesehatan lokal agar manfaatnya berkelanjutan,” katanya.
Kehadiran Mobil Sehat mendapat respons positif dari warga. Banyak masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan medis akhirnya bisa memeriksakan diri tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Selain pemeriksaan, tim medis juga aktif memberikan edukasi mengenai pola makan, pencegahan penyakit tidak menular, hingga pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
PT Timah menilai pendekatan promotif dan preventif sama pentingnya dengan pengobatan. Karena itu, setiap kunjungan mobil sehat selalu disertai sosialisasi kesehatan bagi warga desa.
Program Mobil Sehat menjadi bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Timah yang berfokus pada sektor kesehatan. Perusahaan menargetkan jangkauan layanan akan terus diperluas ke lebih banyak desa di tahun-tahun mendatang.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat yang terbantu dan kualitas kesehatan di wilayah operasional PT Timah terus meningkat,” tutup Anggi. (*)










