Lebih lanjut, Taufik menambahkan bahwa gangguan semacam itu berisiko menyebabkan trip atau pemutusan aliran listrik secara otomatis pada penyulang, yang pada akhirnya akan berdampak pada terjadinya pemadaman listrik bagi pelanggan.
Dalam melaksanakan tugasnya, Tim PDKB bekerja langsung pada jaringan listrik bertegangan tinggi hingga 20 ribu volt. Team Leader PDKB UP3 Bangka, Agung, menegaskan bahwa keselamatan kerja menjadi prioritas utama.
“Setiap pekerjaan selalu diawali dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi personel, kelengkapan alat pelindung diri (APD), serta pengecekan kondisi peralatan kerja. Kami juga menggunakan alat pendeteksi khusus untuk memastikan area kerja benar-benar aman sebelum memulai pekerjaan,” jelas Agung.
Langkah PLN dalam melakukan pemeliharaan tanpa menyebabkan pemadaman ini mendapatkan respons positif dari masyarakat. Rudi Wianto, seorang warga Desa Temberan, menyampaikan apresiasinya.
“Terima kasih kepada PLN dan petugas yang telah berupaya merawat jaringan tanpa adanya pemadaman. Ini sangat membantu aktivitas kami sehari-hari,” katanya.
Saat ini, PLN UP3 Bangka memiliki 11 personel bersertifikasi yang tergabung dalam Tim PDKB. Mereka selalu siaga untuk mengatasi berbagai potensi gangguan kelistrikan, sebagai wujud komitmen PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik demi kenyamanan seluruh pelanggan di Pulau Bangka.





















