Sementara itu, Kopdi Saragih menyambut baik ajang ini sebagai sarana memperkuat kedekatan antara manajemen, karyawan, dan masyarakat.
“Kegiatan ini sangat positif. Melalui turnamen gaple, kita bisa bersilaturahmi, mengenal satu sama lain, berdiskusi, dan mempererat keakraban. Ini yang kami harapkan, kegiatan yang lahir dari kita dan untuk kita, dengan semangat kekeluargaan dan sportivitas,” jelas Kopdi.
Deri Destriyadi, salah satu peserta yang berasal dari Kampung Teluk Rubiah, mengapresiasi upaya PT Timah yang terus membangun hubungan baik dengan masyarakat.
“Turnamen ini bukti nyata bahwa PT Timah, baik manajemen maupun karyawan, ingin dekat dan akrab dengan warga. Semoga silaturahmi ini terus terjaga, bukan hanya saat acara tapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Senada dengan itu, Supriyanto dari Kampung Puput mengaku senang bisa ikut turnamen yang untuk pertama kalinya mempertemukan warga dengan karyawan dan manajemen PT Timah secara langsung.
“Kami biasanya main gaple di lingkungan sendiri. Kali ini bisa main bareng karyawan dan manajemen PT Timah, suasananya sangat akrab dan menyenangkan. Semoga acara seperti ini rutin diadakan,” ujarnya.
Turnamen Gaple IKT 2025 menjadi bukti bahwa olahraga dan permainan tradisional dapat menjadi media efektif untuk membangun kebersamaan dan harmonisasi antara perusahaan dan komunitas lokal. (*)










