Sekilasindonews.com JAKARTA — Anggota Komisi Yudisial (KY) Abdul Chair Ramadhan yang baru dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, (19/12) menegaskan komitmen untuk bekerja sesuai dengan sumpah jabatan yang telah diucapkan.
Fokus utama yang disepakati bersama adalah mendorong perubahan lembaga peradilan agar menjadi lebih baik, bersih, dan bermutu melalui penguatan fungsi pengawasan serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Abdul menyampaikan bahwa sejak awal proses seleksi hingga pelantikan, para komisioner telah memiliki kesepahaman untuk bekerja secara kolaboratif, baik di internal KY maupun dengan pihak eksternal.
“Kami 7 anggota KY yang telah dilantik, diambil sumpahnya, akan bekerja maksimal sesuai dengan janji dan sumpah sebagaimana diucapkan. Tentunya sinergi kolaborasi baik itu internal maupun eksternal dengan stakeholder terkait akan kita maksimalkan menuju perubahan lembaga peradilan yang lebih baik dan lebih bermutu,” ujar dia.
Ia menegaskan bahwa komitmen tersebut telah dibangun sejak tahap awal, mulai dari proses penelitian, pengembangan, pembahasan di DPR, hingga pelantikan di Istana Merdeka.
Menurut Abdul, KY akan memberi perhatian serius pada penanganan laporan masyarakat, namun tetap menjaga keseimbangan dengan proses investigasi dan klarifikasi sesuai fungsi lembaga.
“Sesuai dengan kewenangan perihal pelaporan tentu akan jadi perhatian selain juga advokasi laporan tentu juga harus diimbangi dengan investigasi, klarifikasi dan itu juga terkait dengan fungsi daripada KY itu sendiri,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh langkah yang diambil KY akan berlandaskan pada ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Tentunya kita bekerja sesuai dengan landasan yuridis sesuai peraturan perundang-undangan, sepanjang itu dapat dilakukan dan dibenarkan oleh undang-undang tentu, memang itu yang jadi tujuan. Saya rasa kita harus memaksimalkan sesuai dengan regulasi yang ada,” tegas Abdul.




















