Wapres Dukung Peningkatan Ekspor melalui Pala

Nasional57 Dilihat

SEKILASINDONEWS, FAKFAK – Wakil Presiden Republik Indonesia, Makruf Amin sangat mendukung pengembangan komoditas unggulan seperti lada, cengkeh, dan pala untuk masuk dalam proyek prioritas nasional dalam RPJMN 2020-2024 di Provinsi Papua Barat.

Selain itu, ia juga mengapresiasi proses pengolahan pala yang dilakukan secara modern sehingga mampu menghasilkan hasil produk yang berkualitas.

Wapres berharap, rumah produksi pala tomandin yang berada di bawah Papua Global Spice yang bekerja sama dengan Kedutaan Besar Inggris mampu mempercepat proses produksi pala dan memperbesar potensi ekspor.

“Di tempat ini pengolahan pala sudah dilakukan secara lebih modern dan menghasilkan lebih berkualitas,” ujar Ma’ruf Amin, dilansir dari wapresri.go.id.

“Saya berharap, model seperti ini bisa dikembangkan lagi, supaya dikelola dengan cara yang baik, maka diharapkan ada semacam pengelolaan seperti ini, sehingga ekspor kita besar,” imbuhnya.

Dijelaskan Ma’ruf Amin, tumbuhan pala tersebut dapat dimanfaatkan diseluruh bagiannya. Mulai dari bunga, biji pala, batok serta kulit pala. Sehingga memiliki potensi yang cukup tinggi.

Oleh karena itu, wapres meminta agar rumah produksi pala tomandin dapat memperbesar produksi pala. Sehingga kedepan dapat meningkatkan ekspor hingga mancanegara.

“Ternyata pala itu semuanya tidak ada yang terbuang. Tadi saya lihat ada bunga palanya, ada biji palanya, ada batok biji palanya juga diekspor. Bahkan kulitnya bisa digunakan untuk membuat parfum, buat manisan, jadi nggak ada yang dibuang,” kata Wapres.

“Saya dengan pihak terkait nanti akan bicarakan bagaimana mengembangkan proses pengolahan pala di Fakfak ini supaya ekspornya lebih besar lagi,” tutupnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Bupati Fakfak Untung Tamsil menyampaikan Pemerintah Kabupaten Fakfak bersama para pemangku kepentingan sedang berupaya meningkatkan lahan penanaman pala sebagai upaya untuk meningkatkan hasil produksi tahunan.

“Kita kalau produksinya 18.000 ton per tahun, dari 16.000 hektar. Sementara ini, kita lagi memrogramkan untuk menanam lagi. Jadi, lahan-lahan yang tidur, yang kosong kita lagi mendorong,” tutur Untung.

Diketahui, buah pala memiliki nilai ekonomis yang terletak pada bijinya yang dapat diolah menjadi minyak pala.

Sedangkan, daging pada buah pala juga sangat penting karena mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dan dapat diolah menjadi bahan baku turunan, seperti pembuatan manisan, sirup, dan juga selai.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *