SEKILASINDONEWS.COM – Api terus membesar, rumah-rumah warga dilalap si jago merah, tetapi mobil pemadam kebakaran (Damkar) tak kunjung tiba. Warga Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, dibuat geram setelah mengaku menghubungi petugas sejak pukul 15.00 WIB, namun armada pemadam baru tiba sekitar pukul 20.10 WIB, Sabtu (10/10/2026) malam.
Di tengah kebakaran yang kian meluas, seorang warga bahkan melontarkan protes keras kepada Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid. Ia mempertanyakan lambannya respons layanan pemadam kebakaran ketika api sudah mengancam permukiman dan warga berjibaku menyelamatkan lingkungan mereka dari kobaran api.
Kekecewaan itu terekam dalam sebuah video yang diunggah ke media sosial TikTok. Warga tersebut mengaku berulang kali menghubungi petugas, tetapi hanya mendapat jawaban bahwa armada sedang dalam perjalanan atau on the way (OTW).
Sementara itu, api terus menjalar dan membakar rumah-rumah penduduk.
“Bupati Bangka Selatan, mohon kebijakannya. Damkar ditelepon dari jam 3 sampai jam 7 belum datang-datang. Bilang ini sudah OTW, OTW. Ini sudah setengah kampung dilahap api. Tolonglah kebijakannya, Bupati Bangka Selatan, untuk damkarnya dipercepat lagi, Pak,” ucap warga tersebut dalam rekaman video.
Protes itu bukan sekadar keluhan soal keterlambatan armada. Di tengah situasi darurat, warga mempertanyakan seberapa siap layanan pemadam kebakaran menghadapi bencana yang mengancam keselamatan masyarakat, terlebih Bangka Selatan sedang dilanda musim kemarau panjang.
Kritik lebih keras kembali disampaikan warga tersebut melalui unggahan video lainnya. Ia menyayangkan masyarakat harus turun tangan sendiri ketika kebakaran membesar, sementara bantuan yang diharapkan tak kunjung datang.
“Gak malu kah, Pak? Masyarakat sendiri yang harus turun tangan. Sudah enam jam, beberapa pihak sudah dihubungi, namun tidak ada yang merespons. Hanya omong kosong yang ada. Kebijakan Bapak sangat bobrok. Seharusnya di tengah kemarau, Bapak menyediakan layanan air di setiap kecamatan untuk antisipasi agar tidak terjadi hal yang serupa,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Keluhan itu menjadi sorotan serius di tengah kebakaran yang menghanguskan kawasan permukiman Dusun Serdang. Warga menuntut kesiapan layanan darurat yang lebih sigap, terutama ketika kebakaran terjadi di tengah kondisi cuaca kering yang berpotensi mempercepat perambatan api.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua unit mobil pemadam kebakaran dilaporkan tiba di lokasi sekitar pukul 20.10 WIB, setelah warga mengaku mulai menghubungi petugas sejak pukul 15.00 WIB.
Artinya, terdapat jeda waktu sekitar lima jam antara waktu warga mengaku pertama kali menghubungi petugas dan kedatangan armada di lokasi. Namun, penyebab keterlambatan tersebut belum diketahui secara pasti.














