Sudaryono menjelaskan, pencopotan tidak hanya dilakukan terhadap dapur yang terlibat dalam kasus keracunan. BGN juga memberikan sanksi kepada pengelola yang terbukti melakukan pelanggaran administratif maupun penyimpangan dalam pengelolaan keuangan.
“Kami zero tolerance terhadap keracunan, zero tolerance terhadap tindakan korupsi, hengi-pengi, ngentit uang, dan lain-lain itu kita zero tolerance,” tegasnya.
*Perkuat Sistem Pengawasan*
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, BGN juga memperkuat sistem pengawasan di seluruh jaringan dapur MBG.
Sudaryono menilai keberhasilan program tidak cukup hanya mengandalkan kepercayaan kepada individu, tetapi harus didukung mekanisme kontrol yang kuat dan berjalan secara konsisten.
“Kami telah menyiapkan suatu sistem mekanisme di mana trust is good, but control is better. Kita tidak bisa kemudian mempercayakan sepenuhnya kepada seseorang, tapi bagaimana seseorang yang bekerja itu kemudian bisa dikontrol dengan sistem,” kata Sudaryono.
Melalui langkah tersebut, BGN berharap pelaksanaan Program MBG dapat berlangsung lebih aman, akuntabel, dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pemenuhan gizi nasional.
Herman Yakub.
















