Qodari menegaskan pemerintah akan terus menjaga momentum tersebut pada 2026 dengan target penyelenggaraan 125 event di 38 provinsi sepanjang tahun.
Pemerintah mencatat sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan kinerja yang positif dan resilien, sehingga semakin memperkuat perannya sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah juga menegaskan bahwa sektor pariwisata bukan hanya berperan sebagai sumber devisa, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan yang inklusif dan merata.
“Pariwisata merupakan salah satu pilar yang secara langsung menyentuh kehidupan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi desa, dan memperkuat identitas budaya bangsa. Karena itulah, sektor ini menjadi salah satu prioritas yang secara eksplisit tercantum dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” ujar Qodari.
Sejalan dengan Asta Cita ke-6 pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pembangunan dari desa dan penguatan ekonomi kerakyatan, sektor pariwisata diharapkan mampu menghidupkan dan mengembangkan desa-desa serta kampung wisata sebagai tulang punggung ekonomi berbasis komunitas.
Herman Yakub.
















