Kurnia pun menyatakan SMA Unggul Garuda Baru rencananya siap beroperasi untuk kegiatan belajar mengajar untuk tahun ajaran baru 2026/2027 pada Juli ini.
“Jika dilihat dari progres pembangunan fisik serta rekrutmen kepsek, wakepsek, serta GTK hingga Juni ini, keempat SMA Garuda Unggul Baru akan siap menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026/2027,” katanya.
Adapun rekrutmen peserta didik baru SMA Unggul Garuda Baru telah dibuka pada 5 Februari 2026. Dalam proses seleksi, tiga komponen yang jadi penilaian yakni akademik (50 persen), latar belakang ekonomi (30 persen), dan asal geografis (20 persen). Bobot masing-masing aspek ini ditentukan demi menghadirkan pendidikan unggul dan inklusif.
Kurnia menyebut antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Total ada 3.935 peserta didik dari berbagai daerah yang mendaftar dan mengikuti seleksi tahap pertama.
Dari jumlah tersebut, 1.632 peserta lolos seleksi tahap pertama, 640 peserta lolos tahap kedua, dan 320 peserta lolos tahap ketiga.
“Akhirnya 307 siswa terbaik dinyatakan lolos sebagai peserta didik angkatan pertama Sekolah Unggul Garuda Baru tahun ajaran 2026/2027,” ujar Kurnia.
Herman Yakub.
















