Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang,”
Seperti dalam ayat 12 surat Al Hujurat, Allah SWT menerangkan bahwa menggunjing ibarat memakan bangkai saudaranya sendiri. Penyakit hati yang satu ini sangat dibenci oleh Allah SWT.
4. Buruk Sangka
Hati yang jernih, bening, dan bersih akan terpancar dari perilaku sehari-hari. Adanya buruk sangka terhadap sesama menandakan hati yang kotor. Penyakit hati yang satu ini biasa disebut dengan suuzan.
Islam mengajarkan kita untuk tidak berburuk sangka, agar terhindar dari penyakit hati ini hendaknya kita mencoba untuk berbaik sangka terhadap sesama. Kita harus dapat melatih hati dan pikiran untuk memikirkan segala hal yang positif.
5. Fitnah
Fitnah adalah penyakit hati. Pengertian fitnah berarti menyebarkan berita yang tidak benar tentang seseorang dengan tujuan menjatuhkannya. Dalam Al-Qur’an, fitnah artinya membakar dengan api, sebagaimana dijelaskan dalam surat Al Anfal ayat 39.
وَقَاتِلُوْهُمْ حَتّٰى لَا تَكُوْنَ فِتْنَةٌ وَّيَكُوْنَ الدِّيْنُ كُلُّهٗ لِلّٰهِۚ فَاِنِ انْتَهَوْا فَاِنَّ اللّٰهَ بِمَا يَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
Artinya: “Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan,”
Maksud dari ayat tersebut berarti fitnah adalah keburukan yang paling buruk.
Perilaku Seseorang yang Memiliki Penyakit Hati
Mengutip dari buku Sembuh Total dengan Wirid Asmaul Husna yang disusun oleh Rizem Aizid, ada beberapa perilaku yang menandakan bahwa seseorang memiliki penyakit hati, yaitu:
1. Kedurhakaan atau dosa. Perbuatan durhaka dan dosa dilakukan secara terang-terangan. Hal ini sebagaimana dalam sabda Nabi Muhammad SAW.
“Setiap umatku akan terampuni kecuali mereka yang melakukan kedurhakaan secara terang-terangan/” (HR. Bukhari)
2. Orang yang memiliki penyakit hati akan merasa malas saat beribadah.
3. Perasaan gelisah dan resah kerap muncul karena masalah yang dihadapi.
4. Hatinya tidak tersentuh oleh kandungan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
5. Melupakan zikir dan doa.
6. Sibuk dalam urusan dunia semata.
Itulah beberapa perilaku orang-orang yang terjangkit penyakit hati. Bila seorang muslim dapat mengatasi penyakit hatinya, ia akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT.










