Respons cepat dan kepedulian yang ditunjukkan DPRD Babel mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan aktivis organisasi sosial.
“Upaya panjang ini akhirnya membuahkan hasil. Haru dan bahagia menyelimuti momen kepulangan ini. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang,” ungkap Didit.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Babel telah menyiapkan langkah-langkah konkret untuk membantu para korban, termasuk pendampingan psikologis dan sosial.
“Tujuannya adalah untuk memastikan mereka dapat kembali menjalani kehidupan normal setelah mengalami trauma mendalam,” ujarnya.
Kedatangan para korban ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kewaspadaan terhadap TPPO, terutama bagi kelompok yang rentan menjadi korban jaringan kejahatan transnasional.
















