“Proses ini penting untuk memastikan mereka benar-benar korban TPPO dan bukan bagian dari jaringan perdagangan orang,” ujar Didit usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Banggar DPRD Babel, Senin (10/3/2025).
Didit juga menyoroti minimnya lapangan kerja di Babel sebagai faktor pendorong warga mencari pekerjaan di luar negeri. Ia menekankan perlunya langkah serius dari pemerintah daerah untuk mencegah terulangnya kasus serupa.
DPRD Babel berencana berkoordinasi dengan Penjabat (Pj) Gubernur Babel guna membahas anggaran tambahan guna memastikan seluruh korban dapat kembali ke kampung halaman dengan aman.
“Kami akan memastikan tidak ada kendala dalam proses pemulangan ini,” tegas Didit.
Diharapkan dengan langkah-langkah yang telah disusun, pemulangan berjalan lancar, dan para korban dapat segera berkumpul kembali dengan keluarga mereka. (*)
















