Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
WhatsApp-Image-2025-12-25-at-11.08.00
HUT Basel ke-23
BeritaKab. Bangka Barat

Ustadz Yasir Mustafa: Pembangunan Umat Harus Dimulai dari Zakat

×

Ustadz Yasir Mustafa: Pembangunan Umat Harus Dimulai dari Zakat

Sebarkan artikel ini
Ustadz Yasir Mustafa: Pembangunan Umat Harus Dimulai dari Zakat

Ustadz Yasir Mustafa: Pembangunan Umat Harus Dimulai dari Zakat

SEKILASINDONEWS.COM – Pembangunan umat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak boleh hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi harus dimulai dari penguatan nilai dan keadilan sosial melalui zakat.

Hal itu ditegaskan Ustadz M. Yasir Mustafa saat menghadiri Penyaluran Zakat sekaligus Peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 BAZNAS RI di Masjid Agung Mentok, Selasa (20/1/2026).

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu menilai zakat memiliki peran strategis sebagai instrumen pembangunan umat yang nyata, cepat, dan langsung dirasakan masyarakat.

Menurut Ustadz Yasir, zakat bukan sekadar kewajiban ibadah individual, melainkan mekanisme sosial yang mampu menggerakkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

“Zakat itu tidak membuat harta berkurang. Justru dari zakat lahir keberkahan, ketenangan hidup, kesehatan, dan keseimbangan sosial,” ujarnya di hadapan jamaah dan para penerima manfaat.

Ia menjelaskan, konsep pembangunan melalui zakat telah jauh lebih dulu dikenal dalam ajaran Islam sebelum dunia modern mengenal istilah kesejahteraan sosial atau welfare state.

Zakat, kata dia, adalah sistem keadilan yang menempatkan harta tidak hanya sebagai milik pribadi, tetapi juga amanah sosial yang di dalamnya terdapat hak orang lain.

“Zakat bukan soal memberi atau belas kasihan. Zakat adalah hak fakir dan miskin yang dititipkan Allah dalam harta orang-orang mampu,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Yasir juga mengutip Surah Al-Baqarah ayat 261 yang menggambarkan zakat seperti sebutir benih yang tumbuh berlipat ganda.

Menurutnya, ayat tersebut menegaskan bahwa harta yang dizakatkan tidak akan hilang, melainkan berkembang dalam dimensi sosial, moral, dan spiritual.

Ia menilai pola penyaluran zakat yang dilakukan BAZNAS selama ini sudah berada di jalur yang tepat karena cepat, amanah, dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Ini adalah model pembangunan yang efektif. Tidak berbelit, tidak menunggu lama, dan manfaatnya langsung dirasakan rakyat,” kata Ustadz Yasir.

Akses Terus Biar Update
Hari Guru Nasional